Review Hari Sumpah Pemuda (GEDUNG SATE-28Oktober09)

Pemprov. Jabar, secara resmi memperingati hari Sumpah Pemuda ke-81. Acara tersebut dilaksanakan di Halaman Gedung Sate. Tampak hadir dalam peringatan bersejarah tersebut jajaran Muspida Jabar, Pimpinan dan anggota DPRD Jabar, para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov. Jabar, perwakilan Organisasi kepemudaan dan Aliansi Mahasiswa di Jabar serta para karyawan/karyawati di lingkungan Pemprov. Jabar. Selaku Irup dalam upacara tersebut, Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan.
Gubernur Jabar membacakan sambutan tertulis Menpora, Andi Malaranggeng. Salah satu hal yang mengemuka dalam sambutan Menpora, melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 yang bertema ”Pemuda bersatu, Indonesia bangkit dan maju”, generasi muda diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Berdiri sebagai seorang pemuda merupakan anugrah yang tak boleh disia-siakan. Lahir dari rahim pertiwi dan ditakdirkan untuk dapat terus-menerus menghembuskan nafas perubahan.
Pic mahasiswa yang kekurangan Ion, setelah di jemur 2 jam ^^
Pemuda tak kan kaku terbatas usia karena setiap waktu adalah kesempatan, kesempatan untuk berbuat dengan segala kemauan dan kemampuan. Dan kembali menggugah semangat sumpah pemuda maka pemuda harus lebih memaksimalkan peran sehingga slogan-slogan yang mengagungkan posisi pemuda bukan hanya sederet kata yang bohong dan kosong. Gubernur juga menyinggung peranan pemuda-pemudi indonesia untuk mencintai seni dan dan kebudayaan bangsa, yang gelagatnya si kayanya musim-musiman ya, chauvinisme sesaat.hehe
menurut versi gw si, kebudayaan yang global indonesia dan harus kita lestarikan dan budidayakan ya :

1. Cium tangan/ sungkem

Biasanya sih dibilang salim, kalo gw si sampai sekarang pun setiap pergi selalu pamit ke ortu kaya gt, kalo ke nyokap pake cepika cepiki pula. Ini penting, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan ortu kalian?

cium tangan ortu

2. Penggunaan tangan

Di luar negeri, gw rasa ga ada masalah ya dengan ini, tp bukankah budaya kita menganjurkan penggunaan tangan kanan, dalam memberikan barang, berjabat tangan, ataupun saat makan (yang kidal pengecualian ya tapi untuk membuka Al-Quran, temen-temen gue yg kidal jg sama aja pake tangan kanan)
jangan kalian anggap itu budaya yg ketinggalan jaman/ kaku/ norak karena negara kita beda dengan negara barat, pertahankan itu, supaya jati diri bangsa kita nggak hilang, ok

penggunaan tangan

3. Senyum & Sapa

Ini Indonesia banget, dulu citra negara kita adalah negara yang ramah, murah senyum, jangan sampai hilang!!. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban kita dengan sekitar kita. percaya sama gw, ga ada ruginya kita lakuin itu.

keep smile

4. Musyawarah

Boro-boro mau musyawarah, kenal sama pak RT aja nggak. Gausah RT deh, yakin gw banyak orang yang ga kenal sama tetangganya sendiri, no offense gw juga kaya gt. tp coba deh sesekali ada acara di lingkungan rumah lo ikut ngumpul, gausah lama lama tp minimal lo kenal sama orang sekitar dan bisa ngebantu memajukan lingkungan rumah lo juga.
sekarang?? mungkin tergusur oleh DEBAT (lebih booming karena banyak di tv-tv yee..)
lebih baik musyawarah daripada debat. karena musyawarah = mencari solusi bersama. sedangkan debat = mengadu pendapat siapa yang paling benar. klo menurut gw, hal ini berbau kompetitif. sehingga bakalan ada yang kalah dan menang. semua orang suka berdebat karena mereka ingin menunjukan kebenaran mereka. debat sih boleh saja, tapi jangan dicampur ego. efek terburuknya adalah perpecahan.

musyawarah

5. Gotong Royong

Kerja bakti, kasarnya. Jaman gw smp, di lingkungan rumah gw sering banget ada kerja bakti hari minggu, ngebersihin parit/ got lah, memangkas semak-semak lah atau minimal ngebersihin halaman rumah sendiri bersama-sama. Sekarang? gotong royong mulai terhapus oleh komersialisme, mungkin awalnya bukan komersialisme, tp bentuk penghargaan yang dijadikan dalam bentuk uang rokok, uang makan dsb. lama kelamaan azas kekeluargaan diganti dengan azas mataerialisme.
Ayolah, sebulan sekali pun gapapa, asalkan bisa mempererat persatuan Lingkungan kita, Siapa tau disini ada yg bakal jadi Pak RT / RW / Lurah?? heheheh

gotong-royong

Selamat memperingati sumpah pemuda dan selamat berkarya.. ^^
kalo mau nambahin, tulis di kolom comment ya…….

makasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s