Arti “Alay”

Perilaku atau Sifat anak-anak muda Indonesia kayanya memang cenderung aneh. Aku menyebutnya aneh karena bukan hanya tidak biasa, tetapi aneh karena yang mereka lakukan bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman, risih, dan menilainya norak. Aneh bila mereka mengatakan mengikutinya dari cara-cara orang luar negeri, padahal yang mereka tiru itu yang salah. Dan yang maksud disini adalah “Orang Alay”.

ini tautan ke sebuah blog yang menyebutkan ciri-cirinya orang alay. link to Blog

Mungkin kalian yang lebih tau arti Alay. Aku sendiri masih mencari-cari maksudnya. Ada yg bilang Alay itu anak layang, kampungan, atau norak, atau aneh dari penampilan, gaya bahasa, gaya hidup yg ikut-ikutan anak-anak emo tapi sok tau tentangnya. Ada juga yg bilang Alay itu orang yg suka nongkrong dipasar, celana sekolah skinny, tas skaters kulit palsu dipakai di atas pundak, rokok di kuping (kalau yg ini aku termasuk yg tidak setuju, karena itu salah satu hak mereka untuk berpenampilan dan tak ada yg salah dengan itu). Apapun itu, aku masih belum tahu pastinya dan masih ingin tahu arti tepatnya.
Kalau kalian baca note ini dan tahu arti “Alay” bisa langsung beri komentar ya..

Kadang kita jadi suka bertanya sendiri, kenapa anak jaman sekarang alay bener yah?
mungkin yang menjadi faktor utama kayaknya jawaban ada pada media, gimana para public figure yang semestinya memberi contoh baik malah bikin yg aneh-aneh.
tidak jarang public figure (kasarnya selebriti) Indonesia berpengaruh dalam gaya hidup anak muda. Yang paling simpel adalah cara berbahasanya. misalnya, Ada kan seorang selebritis yang juga desainer (dan bikin lagu yg judulnya ‘Ijah’) sering sekali mengatakan ‘getoh’, dengan gaya bicara yang seolah sok asik, ketimbang ‘gitu’, Oke, dan menganggap itu yang gaul. kalau dalam konteks guyonan, mungkin masih bisa diterima.

Siapa yang tidak ‘gaul’?
Salah satu penyebab ke-ALAY-an anak-anak Indonesia adalah mengganggap bahwa menjadi Alay adalah cool and nature. Kebanyakan dari mereka ingin mencoba menjadi ‘gaul’ seperti anak-anak Amrik yang berpesta pora di film-film Hollywood yang sebetulnya jauh dari realitas yang ada.

Sampai titik ini, permasalahan yang saya lihat adalah ketidakadaan prinsip hidup dalam diri orang yang menjadi ‘Alay’. Ketidakberanian mereka mengayuh langkah berlawanan dengan arus sungai, lemahnya akar yang mencengkeram tanah sehingga mereka mudah terombang ambing angin yang menghempas. Pertanyaannya, beranikah kita berprinsip pada diri sendiri, tidak ikut-ikutan supaya dibilang “gaul”, berani berbeda?

Aku ingat saat SMA, seseorang berkata:

Mau jadi apa nanti besar, kalau sekarang cuma bisa ngikut omongan orang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s