Memahami Fatwa Haram Facebook

Menurut saya Facebook itu alat, sebagaimana pisau, dia bisa untuk mengupas buah dan juga bisa untuk membunuh. Bisa digunakan untuk perkara halal dan ibadah dan juga bisa digunakan untuk perbuatan haram bahkan dosa besar, seperti selingkuh dan berakhir perzinahan.

Sekarang pertanyaanya, apakah karena pisau atau golok bisa digunakan untuk membunuh, lalu dalam hal ini ulama memfatwakan haram menggunakan pisau dan golok yang berpotensi membunuh tersebut? Padahal pisau atau golok biasanya bisa juga digunakan untuk hal-hal halal dan ibadah, seperti menyembelih hewan kurban dan lainnya. Kalau pisau dan golok haram, maka bagaimana caranya memotong daging, mengupas buah dan lain sebagainya secara efektif? Karena itu ulama tidak memfatwakan haramnya pisau dan golok.

Nah, Facebook juga demikian, dia hanya alat. Dengan FB kita bersilaturahmi, berdiskusi, ketemu teman lama, kenalan dengan kawan dan sahabat baru, ketemu dengan guru-guru kita waktu kita SMA atau guru ngaji. Bisa mengakses buku2 bermutu seperti bukunya Quraish Shihab yang dipasarkan di FB. Nah inikan nilanya ibadah. Bahkan bila meninggalkan ini, alias meninggalkan silaturahmi, maka kebalikannya namanya qhatiurahmi (memutus hubungan silaturahmi), itu dosa.. Karena itu menjalin silaturahmi pahalanya besar dalam Islam.
Nah jika memfungsikan FB untuk silaturahmi, belajar, diskusi dan hal-hal positif lainnya, maka berFB ria adalah sama dengan beribadah itu sendiri. FB menggantikan silaturahmi yang sekarang ini jarang dan susah dilakukan, kecuali kalau lebaran saja.

Tetapi bila FB digunakan untuk selingkuh, saling tukar photo porno, dan saling berkata-kata tidak senonoh, berkata mengarah ke mesum dan juga menimbulkan perpecahan, karena komentar-komentarnya tidak bagus dan hal-hal negatif lainnya dan FB menjadi membuang waktu, kerjaan jadi tertunda, ibadah jadi telat. Maka FB jadi tidak baik, bahkan haram hukumnya.
Jadi FB itu haram kalau digunakan untuk perkara yang haram dan negatif. Keharaman ini, bukan karena FB-nya, tetapi karena diperlakukan sebagai alat atau media untuk maksiat dan berlebih-lebihan. Jadi dalam fiqh (hukum Islam) ini namanya HARAM LIGHAIRIHI, bukan HARAM LIDZATIHI.

Nampaknya fatwa Haram 700 ulama pesantren Jawa Timur itu kan alasannya karena FB digunakan untuk maksiat dan berlebihan. Ini yang saya baca dimedia,
Soal alasan ulama Jatim mengharamkan FB. Kata mereka FB itu HARAM bila untuk maksiat dan berlebih-lebihan, dalam hal ini jelas sekali saya setuju. Bahkan bukan hanya FB, produk tehnologi apa pun, sms, YM, email, internet, TV, Video dan lainnya, bila digunakan untuk maksiat maka hukumnya Haram.

Tetapi harus diketahui, Haramnya itu Haram Li Ghairihi, SESUATU yang haram karena diperlakukan untuk perkara haram lainnya. Tetapi SESUATUnya itu sendiri (FB)-nya tidak haram. Hanya bila untuk maksiat maka hukumnya haram. Nah itu yang saya pahami dari fatwa ulama Jatim,

thanks

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s