Belajar Demokrasi ke USA, Belajar Anti-Korupsi ke RRC, Belajar Bikin Slogan di Indonesia

Jatuhkanlah tiga batu dari pesawat udara di kawasan Indonesia,

maka satu di antara batu itu akan mengenai kepala koruptor!

Potong tahanan

Sintilan itu pernah kubaca setahun lalu di harian Republika. Dan hingga hari ini “tikus-tikus kantor” itu terus saja berkuasa. Kalau pun ada yang dihukum paling cuma delapan tahun, tapi setelah dipotong bonus ini dan itu maka ia hanya perlu tidur enak dalam bui selama tiga-empat tahun — tentu saja dengan kasur empuk dan servis plus dari sipir — dan selepas itu keluar sebagai dermawan dengan menjadi pengurus yayasan ini dan itu sembari meneruskan bisnisnya.

Sebaliknya RRC, negeri yang sering kita sindir, “Puih, itu negara komunis, tak ber-Tuhan,” tapi justru di sana korupsi tidak dibiarkan merajalela. Bandingkan dengan Indonesia yang selalu membanggakan diri sebagai negeri ber-Tuhan dan beragama tapi pejabat dan pengusahanya, yang semuanya memeluk agama, malah memiskinkan bangsa dengan korupsi.

biar cepet kering

Berita terbaru yang kudapat hari ini dari radio VOA, seorang pejabat Cina, Direktur Badan Pengawas Obat dan Pangan Negara, telah dihukum mati Selasa lalu karena terbukti korupsi. Ia ketahuan menerima suap dari sejumlah perusahaan farmasi.

Sebelumnya seorang manajer bank Cina juga dieksekusi mati karena korupsi. Ia memakai uang hasil korupsinya untuk membiayai delapan perempuan yang jadi pacarnya. Mau tahu berapa duit yang dia korupsi? Triliun? Ratusan miliar? Bukan. “Cuma” Rp 3,9 miliar.

Bandingkan dengan pejabat Indonesia yang korupsi ratusan miliar tapi cuma dihukum beberapa tahun; bahkan tak jarang pula pejabat yang didakwa korupsi bisa bebas dari jeratan hukum.

Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dan Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, juga telah dihukum mati karena menerima suap. Tak hanya itu, lebih dari 33 ribu polisi pun dipecat hanya dalam waktu empat bulan pada tahun 2003. Mereka dipecat karena menerima suap, mabuk, membawa senjata di luar tugas, berjudi, dan bekerja di bawah standar.

eksekusi koruptor di china

Maka wajar bila aktivis sering berkata agar bangsa-bangsa belajar anti-korupsi dari RRC. Dalam tempo singkat, periode 2001 hingga 2004 saja, diberitakan sudah lebih dari empat ribu orang di Cina yang dihukum mati, termasuk karena korupsi. Prestasi membasmi korupsi ini mulai tampak setelah janji yang terkenal diucapkan Perdana Menteri Zhu Rongji saat dilantik 1998: ”Berikan kepadaku 100 peti mati; maka 99 untuk koruptor dan satu untukku bila aku juga korupsi.”

Jadi apa yang pantas dipelajari dari Indonesia? Agama? Oalah, sudahlah, agama di negeri ini cuma basa-basi di mulut dan konsumsi politik. Slogan? Ya, tepat.

Slogan

Datanglah ke Indonesia bila ingin mahir berkhotbah dengan slogan-slogan indah dan jargon-jargon setinggi langit. Pejabat Indonesia, dari mulai yang bertakhta di gedung Senayan hingga di kantor bupati, tak kuragukan kemampuannya mencipta retorika.

Hei Mister, pejabat Indonesia itu sungguh kreatif. Bikin slogan kreatif [untuk mengambil hati rakyat] dan korupsi yang juga kreatif [agar tak mudah ketahuan].

Percayalah dan buktikan sendiri. Selamat datang di rimba-raya korupsi bernama Indonesia.
dikutip dari :[www.blogberita.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s